Persahabatan Menurut Pandangan Imam Syafi’i

Imam Syafi’i banyak memberikan pedoman dalam memilih kawan. Beliau juga mengakui sulitnya mencari sahabat sejati yang setia dan selalu bersama, baik di kala suka maupun duka.

Ketika menilai sahabat sejati pada waktu susah, katanya: “Kawan yang tidak dapat dimanfaatkan ketika susah lebih mendekati musuh daripada sebagai kawan."

“Tidak ada yang abadi dan tidak ada kawan yang sejati kecuali yang menolong ketika susah.”

“Sepanjang hidup aku berjuang bersungguh-sungguh mencari sahabat sejati hingga pencarianku melenakanku."

“Kukunjungi seribu negara, namun tidak satu negara pun yang penduduknya berhati manusia.”

Imam Al-Syafi’i turut meminta kita berhati-hati memilih sahabat karena sahabat yang baik akan membawa ke arah kebaikan, begitu juga sebaliknya.

“Banyak orang lain yang dapat menjadi penggantinya. Berpisah dengannya berarti istirahat."

“Tidak semua orang yang engkau cintai, mencintaimu dan sikap ramahmu kadangkala dibalas dengan sikap tidak sopan."

“Tidak baik bersahabat dengan pengkhianat karena dia akan mencampakkan cinta setelah dicintai."

“Dia akan memungkiri jalinan cinta yang terbentuk dan akan menampakkan hal yang dulunya menjadi rahasia.”

"Seseorang itu juga dapat menundukkan musuhnya dengan menunjukkan rasa persahabatan."

Imam Syafi’i dalam hal ini berkata: “Ketika aku menjadi pemaaf dan tidak mempunyai rasa dengki, hatiku lega, jiwaku bebas daripada bara permusuhan."

Sanggup kah aku, ya…ROBB…Yang Maha Membolakbalikkan Hati…?

One Response to “Persahabatan Menurut Pandangan Imam Syafi’i”

  1. yenny Says:

    Subhanallah… artikelnya bagus, Bun. Smoga qt tdk salah dlm mcari sahabat.

Leave a Reply